* Ketukan Palu . . *
Yaa . . Saya terbangun mendengar ketukan palu itu . . Dan tersadar ketika si Tuan Pimpinan dikeroyok interupsi . .
Sii Tuan itu tetap memasang senyum . Tidak Peduli dikeroyok puluhan Anggota Dewan . Bak Preman Pasar , si tuan anggota menggulung jas mahal (entah berapa juta untuk membuat jas itu ) . .
Jas mahal itu bagai tak ada arti . Senilai dengan baju tangan buntung sang preman , tak ada beda antara keduanya . Malah banyak kesamaan ! Salah satunya sama-sama dipakai oleh mereka Si "Biang Ribut", "Perampas Hak orang" . .
Anggota yang siap mencakar muka si Tuan Pimpinan dihadang oleh para antek-anteknya . Para Penjaga Gedung yang bersafari biru itu berusaha menahan anggota, berusaha membuat pagar betis menjaga Sang pimpinan yang Diktator .
Tak terasa lagi ruangan yang super dingin . . Hawa Gedung Hijau panas , terbakar emosi !!
" Untung saya tadi cepat-cepat terbangun , jadi tidak merasakan panasnya neraka gedung itu . . " ujar saya.
Suara teriakan para Nyonya dan Tuan bergema . . Ah, lebih tepatnya teriakan itu seperti Nyonya dan Tuan yang menjual dagangan mereka di Pasar .
Terdengar suara Tuan Dewan "Pimpinan melakukan kejahatan konstituen !"
Nyonya Dewan pun tak mau kalah
"Pimpinan melanggar Pasal ...bla-bla...(saya lupa,malas mengingatnya !) tentang Tatib DPR !!"
Masa bodoh . . Sang Pimpinan tak mendengar ! Mending dia pergi ke Kantor pribadinya tak jauh dari Ruang Sidang ! Lebih dingin , tenang dan tentunya lebih bebas . Ya tak ada yang senyaman ruang eksklusif ini . .
*di luar pagar raksasa hijau*
Sang Pemilik Gedung Hijau berusaha masuk ke rumahnya sendiri . Cemas !!
Mengapa pagar ini tidak bisa dibuka ?
Mereka panggil sang Penjaga Gerbang . Tak berespon . . .
semakin teriknya matahari , menunggu dari pagi buta . . Lelah !!
"Hilang Kesabaran kami !"
Ada apa di dalam rumah kami ini ??
Bertanya-tanya lah kami . "hai , kami pemilik rumah ini ! Mengapa tidak boleh masuk ??"
ada rampok kah di dalamnya ????
Kami semakin kesetanan . Takut rumah kami digondol rampok .
Hanya satu terfikir . .
"mari kita hancurkan pagar ini" kata si anak muda itu penuh emosi .
"kalian tidak sayang dengan pagar ini ? Pagar ini mahal . Dari baja no.1 di negeri ini . Pemberian saudara mu dari Krakatau ." si Ibu yang bijaksana itu berusaha mencegah .
"Tidak apa-apa bu . Apa kau rela rumah agung ini diduduki oleh Rampok ? Atau kau rela rumah besar ini dihuni tikus-tikus besar yang rakus ?" kata sang Ayah menjelaskan.
"ya . . Ayah . Ibu mengerti sekarang. Mari kita bersihkan rumah ini dari tikus-tikus besar itu ! Atau kita tangakap para rampok jika memang ada di dalam." seru sang Ibu
Akhirnya mereka berusaha merobohkan pagar raksasa hijau itu. Terlalu berat . Susah . . Sangat kuat ! Tak bisa dirobohkan !
*Seandainya saja Rumah agung itu tak dipasang Pagar seraksasa ini. Tak ada pagar pembatas . Dibiarkan begitu saja, agar Kami bisa masuk sesuka hati. Karna ini memang rumah kita .
Tapi BUKAN PAGAR RAKSASA ini ! Tapi bisa juga Pagar bambu . Kelihatannya seperti cerminan sikap kami . Sederhana, ramah, terasa "welcome" kepada siapa pun . . Tapi tetap menjaga rumah kami dari segala macam ancaman .
Akhirnya sang pemilik rumah tidak bisa masuk . Menunggu di depan pagar raksasa itu hingga malam menyambut . .
Sudah tidak ada teriakan minta dibukakan pagar . Percuma !
Sudah tidak ada tenaga untuk merobohkan pagar . Lelah sekali !!
Sudah tidak ada tangisan menahan sakit . .
Yang ada hanya LAPAR dan DIAM !!
kami mati rasa . .
Mungkin akan Mati perlahan . . .
Oh TIDAK !! Masih ada matahari esok hari ! Berarti masih ada harapan !
Kami harus hidup hingga esok hari . .
Ya begitu terus cara berpikir Kami . Agar Kami TIDAK MATI karna mereka . .
Mereka hanya segelintir orang yang Rakus .
Tapi Kami yakin TUAN dan NYONYA DEWAN bisa berubah . Bisa ingat kembali dengan diri mereka. Bisa sembuh dari penyakit kronis itu. (Penyakit itu bisa sembuh atau malah menyebabkan kematian) . .
Mereka yang sama seperti Kami. Rakyat ! Yang punya mimpi sama !!
Mari TUAN NYONYA sembuhkan penyakit anda semua !
Kami rakyat akan selalu mendoakan dan berharap kalian bisa sembuh . .
Semoga allah dengar doa kami .
Amin.amin
*ps: maaf apabila ada yang merasa tersinggung. Beribu-ribu maaf saya ucapkan. Ini hanya sedikit jeritan hati saya. Dan mungkin teman2 lain juga .Saya tidak bermaksud apa-apa. Jangan dibawa ke pengadilan ya :) *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar