Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan ada kehidupan kecil di dalam kereta .
Yang saya tahu dan pernah mengalami , saya hanya duduk berjam-jam . Terkadang ada selingan tidur dan makan untuk tiba di jakarta atau semarang selama 7 jam.
Tetapi . . .
Malam ini berbeda . Sungguh berbeda.
Saya melihat kehidupan yang lebih dalam di sini . Ya di KA Tawang Jaya. Bukanlah kereta yang sejuk karena AC. Bukanlah tempat duduk yang empuk dan nyaman.
Tapi . .
Kereta orange , yang panas , dingin karena tiupan angin saat kereta berjalan di atas rel nya,
Tempat duduk yang 90 derajat bikin punggung ini seperti nyai sinden.
Pekikan para pedagang yang hilir mudik seperti "setrika"
Orang-orang yang duduk berdesak. Hingga harus duduk di lantai beralaskan koran .
Saya cukup membayar 33.500 rupiah untuk menginjakkan kaki di jakarta. :)
Saya berfikir sepanjang perjalanan . .
Kok mau ya begini ??
Jawabannya karena uang , cinta , rindu keluarga, atau apalagi yang belum saya temukan jawaban yang tepat.
Kenapa saya katakan uang ??
Karena sepanjang gerbong kereta , para pedagang tanpa rasa lelah ( sebenarnya saya yakin siy lelah sekali :) ) . . Teriak " tahu asin, kacang" . . Terdengar sahutan "mizone(khas logat pedagang. kamu pasti bisa menirukannya.red) . . Pocari, aqua dingin" . .
Dan kontras sekali dengan penumpang yang hanya menggeleng bila tidak berminat menggayam jajanan tsb, atau mengangguk ketika mereka berminat membeli...
Ya seperti itu lah yang saya amati di kereta ini . .
Atau saat-saat lucu. Ingin sekali saya mengabadikan moment ini. Ketika orang-orang bergaya saat tidur.
Teman yang duduk di samping saya "jedak-jeduk" menahan kantuk.
Orang yang di depan saya. Sepasang suami isteri dan anaknya . Tertidur pulas saling memeluk. ya ada cerminan kehidupan yang baik di sini. Kehangatan sebuah keluarga kecil.
Ada lagi . . orang-orang yang duduk di tengah jalan atau koridor gerbong. Mereka terpaksa duduk beralaskan koran. Terinjak-injak , dilangkahi oleh para pedagang. Ya demi kebutuhannya masing-masing. Terlihat tidak sopan siy. Tapi mereka tidak marah. Mau gimana lagi ?? "kami terpaksa seperti ini."
Cerminan yang baik. Dan saya masih meyakini bahwa toleransi bermasyarakat kita masih ada.(walaupun saya belum sanggup menukar tempat duduk ini dengan bapak yang duduk di bawah itu. Hehe)
Ini ada lagi. Kehidupan tanpa cinta sepasang kekasih tidak mungkin ada. Di kereta ini juga begitu,
Dua pasang kekasih yang tidak jauh dari pandangan saya. Saya amati mereka . . Ya sedikit mencuri pandang . . Hehe
Penuh kemesraan. walaupun dalam keadaan seperti ini...
Bisa-bisa nya ya ? Semua karena cinta atau nafsu ? Haha
Ya si pria menyediakan paha nya untuk dijadikan bantal yang empuk dan hangat untuk si wanita.
Dan si wanita dengan lembutnya mengelus kepala sang idaman. Kecupan di pipi didaratkan pada sang gadis berjilbab itu.(kalau saya tidak salah liat. Hehe)
Tak mau kalah pasangan di depannya. Mereka berdua tertidur pulas. Seperti sedang mengalami mimpi yang sama. Sesekali si gadis membenarkan posisi kepala kekasihnya. Atau si pria tertidur mesra di dengkul si wanita(kali ini bukan paha). Saya temukan gaya baru dalam berpacaran. Hehe
Di kursi bagian belakang . . Saya dengar suara yang seragam menyanyikan lagu-lagu gereja atau lagu-lagu nostalgia .(saya tidak tahu judulnya)
Alunan yang syahdu di tengah deru mesin kereta.
"lumayan buat hiburan . Itung-itung live music kaya di cafe" batin saya.
Tak mau kalah , orang tua di depan saya . Memasang radio hingga terdengar oleh kami yang segerbong dengannya. Tembang jawa dan sesekali lagu di tahun 80an .
"ya . . Kali ini karokean" ucap saya menahan tawa.
Sekilas seperti itu lah keadaan kami di gerbong 7 KA Tawang Jaya . Menuju jakarta . .
Cerita kecil : Raysa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar